Bandara Internasional Soekarno-Hatta kebanjiran penumpang di awal tahun ini. Sepanjang kuartal pertama 2026, sebanyak 13,49 juta penumpang hilir mudik melalui gerbang udara tersibuk Indonesia itu.
Angka ini naik 5,5 persen ketimbang periode sama tahun lalu yang mencapai 12,78 juta penumpang. Dari total tersebut, penumpang keberangkatan tercatat 6,73 juta orang, sementara kedatangan mencapai 6,76 juta orang.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengungkapkan, pergerakan pesawat ikut melesat. Total penerbangan tumbuh 6,8 persen, dari 86.777 penerbangan menjadi 92.710 penerbangan.
“Peningkatan lalu lintas penerbangan ini seiring dengan tumbuhnya permintaan penerbangan saat periode libur Natal dan Tahun Baru Januari 2026, serta angkutan Lebaran pada Maret 2026,” ujar Heru, Senin (13/4/2026).
Lonjakan trafik memang wajar mengingat awal tahun bertepatan dengan rangkaian libur panjang. Libur Natal dan tahun baru disambung mudik Lebaran membuat aktivitas penerbangan meningkat drastis.
Pengelola bandara bersama stakeholder terus memastikan operasional berjalan mulus. Koordinasi erat dengan maskapai dan mitra kerja lainnya menjadi kunci mengakomodasi kebutuhan penerbangan yang membludak.
Untuk rute domestik, tiga koridor utama masih mendominasi pilihan penumpang. Jakarta–Denpasar, Jakarta–Kualanamu, dan Jakarta–Surabaya menjadi favorit sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Sementara rute internasional dikuasai oleh Jakarta–Singapura, Jakarta–Kuala Lumpur, dan Jakarta–Jeddah. Menurut Heru, komposisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan.
“Mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat baik untuk kebutuhan bisnis, wisata, maupun perjalanan ibadah,” jelasnya.
Heru menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat keandalan operasional. Tujuannya memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa bandara.
Memasuki kuartal kedua 2026, Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan fokus khusus. Prioritas utama adalah melayani calon jemaah haji pada periode puncak keberangkatan.
Selain itu, manajemen bandara juga bersiap menghadapi lonjakan penumpang saat libur sekolah. Persiapan matang dilakukan agar tidak terjadi penumpukan atau gangguan operasional yang merugikan penumpang.
