Skip to content
Koran Aktual
Menu
  • Nasional
  • Internasioanal
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Hiburan
Menu

Reksa Dana Emas Dibidik Jadi Lahan Baru Dana Pensiun

Posted on April 13, 2026

Industri asuransi dan dana pensiun punya playground baru untuk mengembangkan dana kelolaan mereka. Otoritas Jasa Keuangan mendorong kedua sektor ini melirik reksa dana berbasis emas atau exchange-traded fund (ETF) emas sebagai instrumen investasi alternatif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan produk ETF emas membuka peluang diversifikasi portofolio yang lebih beragam. “Produk-produk ETF berbasis emas dapat dibeli oleh asuransi maupun dana pensiun sehingga alokasi investasi mereka bisa masuk ke pasar modal dengan return alternatif yang cukup baik,” jelasnya saat ditemui di The Ritz-Carlton, Jakarta, Senin kemarin.

Langkah ini didukung regulasi baru lewat POJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas. Aturan ini membuka jalan bagi pelaku usaha asuransi dan dana pensiun meningkatkan kapasitas investasi lewat produk jangka panjang.

OJK tak berhenti di situ. Mereka tengah berdiskusi intensif dengan perusahaan manajer investasi untuk menggali lebih dalam potensi pasar modal bagi kedua sektor tersebut. Fokus diskusi mengarah pada produk investasi yang bisa memberikan guaranteed return, sekaligus memitigasi risiko dengan lebih efektif.

Ogi menegaskan bahwa keseimbangan antara risiko dan imbal hasil menjadi kunci utama. “Harus berimbang antara risiko kemudian juga return yang lebih baik. Kami berharap dana pensiun maupun asuransi memiliki alternatif yang lebih seimbang dalam mengelola investasinya,” tegasnya.

Langkah diversifikasi ini datang di tengah pertumbuhan positif industri. Total aset sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun per akhir Februari 2026 mencapai Rp 2.992 triliun, tumbuh 9,94 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara nilai investasi sektor ini mencatat angka Rp 2.313 triliun dengan pertumbuhan 7,94 persen secara tahunan. Angka yang cukup besar ini menunjukkan potensi dana segar yang bisa masuk ke instrumen ETF emas jika adopsinya berjalan lancar.

Dengan dana kelolaan sebesar itu, pilihan instrumen investasi yang tepat menjadi krusial. ETF emas hadir sebagai opsi menarik mengingat karakteristik emas sebagai safe haven asset yang cenderung stabil di tengah gejolak ekonomi global.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • 京都11歳男児殺害事件 父親が「首絞めた」と自供 山林遺体遺棄の全容
  • 17歳高校生が青切符詐欺で警察騙す 小遣い欲しさに偽造計画
  • Morotai Menjelma: Gelombang Kreator Digital Baru Melalui Pelatihan Inovatif
  • DPR Dorong Industri Baterai EV Karawang: Ambisi Energi Bersih
  • Teror Air Keras Andrie Yunus: Bais TNI Diseret, Motif Dendam Mengemuka

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026

Categories

  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Uncategorized
©2026 Koran Aktual | Design: Newspaperly WordPress Theme