Kekalahan telak 0-4 dari Vietnam menjadi tamparan keras bagi Malaysia U-17 di Piala AFF U-17 2026. Pelatih Muhammad Shukor bin Adan pun terus terang mengakui tim asuhannya kalah kualitas dibanding lawan.
Laga yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (13/4) sore itu memperlihatkan dominasi mutlak Vietnam. Sejak menit awal, skuad Merah Putih sudah menekan pertahanan Malaysia tanpa ampun.
“Seperti yang kita tahu, Vietnam adalah tim yang kuat. Saya menganggap mereka sebagai lawan yang memberikan eksposur yang baik bagi para pemain kami,” ujar Shukor usai pertandingan.
Meski dihancurkan, pelatih berusia 45 tahun itu tidak menyalahkan anak asuhnya. Dia memahami mayoritas pemainnya baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi internasional sekaliber ini.
“Saya tidak menyalahkan para pemain. Mungkin ada rasa gugup pada pertandingan ini, namun setelah itu mereka mencoba memberikan yang terbaik di sepanjang babak kedua,” tambahnya.
Bagi Shukor, ajang Piala AFF U-17 ini menjadi ladang pembelajaran berharga. Pengalaman bertanding melawan tim-tim kuat seperti Vietnam akan menjadi bekal penting saat para pemain beranjak dewasa nanti.
“Meskipun yang kami kirim mayoritas pemain yang baru pertama kali tampil di pertandingan internasional, ini menjadi pengalaman bagi mereka untuk beraksi di level yang akan datang,” jelasnya.
Namun demikian, kekalahan tetaplah kekalahan. Shukor berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh melalui analisis video untuk membedah kesalahan-kesalahan yang terjadi.
“Kami harus memeriksa kembali melalui analisis video tentang kesalahan apa yang kami lakukan, dan kami akan memperbaikinya untuk melawan Indonesia,” tegasnya.
Selanjutnya, Malaysia akan menghadapi tantangan berat saat berhadapan dengan Indonesia pada Kamis (16/4). Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya apakah tim asuhan Shukor mampu bangkit dari keterpurukan.
Untuk mempersiapkan diri, Shukor berencana menonton pertandingan Indonesia melawan Timor Leste terlebih dahulu. Hasil analisis dari laga tersebut akan dijadikan modal strategi agar pasukannya tampil lebih efektif saat menghadapi tim besutan Kurniawan Dwi Yulianto.
