Motor patroli polisi kini tak hanya mengejar pelanggar lalu lintas. Di Pamekasan, Jawa Timur, motor dinas Bhabinkamtibmas disulap jadi perpustakaan keliling mini yang mengantarkan buku-buku edukatif ke anak-anak desa.
Program bernama Motor Pintar ini mengubah motor patroli menjadi “teman baca” anak-anak pelosok. Anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) langsung mendatangi tempat bermain anak-anak dengan tumpukan buku bacaan di motor mereka.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menjelaskan konsep program ini cukup sederhana. Motor dinas dimodifikasi supaya bisa membawa berbagai koleksi buku bacaan. Personil yang berseragam lengkap kemudian mendatangi permukiman warga, terutama saat anak-anak sedang libur atau pulang sekolah.
Kehadiran polisi dengan seragam resmi tapi bersikap ramah ternyata disambut antusias. Anak-anak di desa binaan berbondong-bondong mengelilingi motor pintar untuk memilih buku yang mereka sukai. Momen ini jadi kesempatan emas polisi berinteraksi langsung dengan generasi muda.
Ipda Yoni Evan menegaskan program ini punya misi besar: membuka jendela ilmu pengetahuan bagi anak-anak desa. “Banyak anak di pelosok kesulitan akses ke perpustakaan umum. Makanya kami datang langsung ke mereka,” ungkapnya.
Bukan sekadar menyodorkan buku, personil Bhabinkamtibmas juga mengajak anak-anak mengobrol santai. Dalam obrolan ringan ini, mereka menyisipkan nilai-nilai disiplin dan cinta tanah air. Pendekatan humanis yang diterapkan membuat anak-anak merasa nyaman dan dekat dengan polisi.
Program ini mendapat sambutan positif dari Ketua DPRD Pamekasan, Ali Maskur. Menurutnya, Motor Pintar membawa dampak ganda yang menguntungkan. Selain mendorong budaya baca di kalangan anak desa, inisiatif ini juga mempererat hubungan polisi dengan masyarakat.
Motor Pintar membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa membawa perubahan berarti. Dengan memanfaatkan sarana yang sudah ada, Polres Pamekasan berhasil menciptakan terobosan menarik untuk mendekatkan literasi pada anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan.
