Sebuah tarikan rambut yang tampak sepele memicu drama besar di Old Trafford, kala Lisandro Martinez diganjar kartu merah kontroversial yang membuat manajer Michael Carrick meledak dalam amarah. Insiden ini menjadi noda pahit dalam kekalahan 2-1 Manchester United dari rival sengitnya, Leeds United.
Momen panas itu terjadi pada menit ke-56. Saat United tertinggal 2-0, Martinez terlibat duel tanpa bola dengan striker Leeds, Dominic Calvert-Lewin. Dalam perebutan posisi, tangan bek asal Argentina itu terlihat menyentuh rambut Calvert-Lewin, yang kemudian membuatnya terjatuh.
Awalnya, wasit Paul Tierney tidak melihat pelanggaran serius. Namun, Video Assistant Referee (VAR) memanggilnya untuk meninjau ulang insiden tersebut di monitor pinggir lapangan. Setelah beberapa saat, Tierney kembali ke lapangan, mengangkat kartu merah lurus ke arah Martinez atas dasar “tindakan kekerasan”.
Tak ayal, keputusan itu menyulut emosi Michael Carrick di tepi lapangan. Ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya dan melabeli kartu merah itu sebagai salah satu keputusan terburuk yang pernah ia saksikan sepanjang kariernya. Baginya, itu bahkan bukan sebuah tarikan yang agresif.
“Ini keputusan yang mengejutkan, benar-benar mengejutkan,” semprot Carrick dalam konferensi pers pasca-laga. “Dia [Martinez] kehilangan keseimbangan saat berduel, tangannya hanya menyentuh rambut lawan. Bagaimana bisa VAR menganggap itu sebagai kesalahan yang jelas dan nyata? Ini merusak permainan.”
Di sisi lain, Dominic Calvert-Lewin bersikukuh rambutnya memang ditarik. Meski begitu, ia mengaku tidak menyimpan dendam. “Saya merasakan rambut saya ditarik, saya melapor ke wasit, dan dia yang membuat keputusan. Sial bagi Martinez, entah dia sengaja atau tidak,” ujarnya diplomatis.
Sementara itu, manajer Leeds Daniel Farke mengaku sempat khawatir insiden itu akan mengubah momentum timnya. “Saya lebih suka bermain 11 lawan 11. Tapi pada akhirnya kami memenangkan pertandingan, jadi saya tidak akan mengeluh,” katanya.
Menariknya, perdebatan ini juga sampai ke studio analisis. Para mantan pemain top seperti Roy Keane dan Jamie Carragher pun angkat bicara. Keduanya sepakat bahwa hukuman kartu merah terasa sangat berat untuk pelanggaran semacam itu.
“Saya bisa melihat dari kedua sisi. Tapi menyebut ini sebagai tindakan kekerasan rasanya terlalu keras,” komentar Keane. Carragher menambahkan, “Menurut saya ini lunak. Dia hanya mencoba memegang sesuatu untuk menjaga keseimbangan. Saya rasa tidak ada penggemar sepak bola yang menganggap itu kartu merah.”
Kartu merah langsung ini menjadi pukulan telak bagi United. Martinez kini terancam skorsing tiga pertandingan, memperparah krisis di lini pertahanan Setan Merah. Pihak klub dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Insiden ini sekali lagi membuka kotak pandora perdebatan tentang konsistensi penggunaan VAR. Apa batasan antara kontak fisik minor dan “tindakan kekerasan”? Satu hal yang pasti, kontroversi jambakan rambut di Old Trafford akan terus dibicarakan selama beberapa waktu ke depan.
