Skip to content
Koran Aktual
Menu
  • Nasional
  • Internasioanal
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Hiburan
Menu

Ceramah Lengkap JK di UGM yang Berujung Dipolisikan GAMKI

Posted on April 13, 2026

# JUDUL
JK Dilaporkan ke Polisi Gegara Ceramah Poso-Ambon di UGM

# META
Jusuf Kalla dilaporkan GAMKI dan sejumlah ormas ke polisi terkait ceramahnya di Masjid UGM soal konflik Poso dan Ambon. Frasa ‘syahid’ jadi pemicunya.

# ISI

Mantan Wapres Jusuf Kalla kini berurusan dengan polisi. Politisi senior yang akrab disapa JK itu dilaporkan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi massa lainnya gara-gara ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) awal Maret lalu.

Laporan itu menyeret JK karena dianggap menistakan ajaran Agama Kristen. Ceramahnya yang bertajuk ‘Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar’ dinilai mengandung pernyataan kontroversial soal konflik Poso dan Ambon.

JK tampil sebagai pembicara dalam acara Ramadan Public Lecture pada 5 Maret 2025. Ceramahnya yang berlangsung sekitar 43 menit itu bahkan disiarkan langsung lewat kanal YouTube resmi Masjid Kampus UGM.

Selain GAMKI, ikut melaporkan JK adalah Dewan Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Perjuangan Masyarakat Pluralisme, DPP Si Pitung, hingga DPP Horas Bangso Batak. Mereka kompak mempersoalkan pernyataan JK tentang konflik Poso dan Ambon di awal 2000-an.

Yang jadi sorotan adalah penggunaan kata ‘syahid’ dalam ceramah JK. Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat tegas mengecam pernyataan itu karena dinilai menyakiti hati umat Kristen dan memicu kegaduhan di masyarakat.

“Agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang berbeda keyakinan untuk masuk surga. Justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun,” tegas Sahat.

Pada sepuluh menit awal ceramahnya, JK memang mengungkit 15 konflik besar di Indonesia yang dipicu ketidakadilan. Dua di antaranya adalah tragedi Poso dan Ambon yang berubah menjadi konflik agama.

“Ada juga karena agama, walaupun didahului dengan ketidakadilan. Kemudian akibatnya ke agama, kaya Poso, Ambon, DI/TII. Kenapa agama gampang dijadikan alasan konflik?” ujar JK dalam ceramahnya.

Dia melanjutkan, “Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang, mati atau mematikan, itu syahid. Semua pihak, Kristen juga berpikir begitu, kalau saya bunuh orang Islam saya syahid, kalau saya mati pun, saya syahid. Akhirnya susah berhenti kalau konfliknya orang membawanya ke agama.”

Di pertengahan ceramah, JK menuturkan pengalamannya membantu mendamaikan tiga dari 15 konflik besar tersebut. Menurutnya, dia menyelesaikan konflik dengan ilmu logika dan keberanian, tanpa operasi militer.

JK bahkan menegaskan tak ada ajaran Islam maupun Kristen yang menjamin pembunuh masuk surga. “Waktu di Ambon terbagi kota itu, ini Kristen, ini Islam. Kalau masuk wilayah Kristen, dipenggal orang. Kalau masuk daerah Islam, orang Kristen dipenggal,” kenangnya.

Dia melanjutkan, ribuan orang meninggal dalam konflik itu—hampir lima ribu korban jiwa. “Hanya karena yang membunuh merasa syahid, hebat. Dibunuh pun orang tuanya tidak menyesal,” tambah JK menggambarkan situasi saat itu.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • 京都11歳男児殺害事件 父親が「首絞めた」と自供 山林遺体遺棄の全容
  • 17歳高校生が青切符詐欺で警察騙す 小遣い欲しさに偽造計画
  • Morotai Menjelma: Gelombang Kreator Digital Baru Melalui Pelatihan Inovatif
  • DPR Dorong Industri Baterai EV Karawang: Ambisi Energi Bersih
  • Teror Air Keras Andrie Yunus: Bais TNI Diseret, Motif Dendam Mengemuka

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026

Categories

  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Uncategorized
©2026 Koran Aktual | Design: Newspaperly WordPress Theme