Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): emiten perbankan raksasa ini siap menggelontorkan dividen final sebesar Rp 209 per saham. Pembayaran sisa dividen tahun buku 2025 tersebut akan dicairkan pada tanggal 8 Mei 2026, sebuah suntikan likuiditas yang tentu dinanti investor.
Keputusan pembagian dividen jumbo ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan BRI pada 10 April 2026. RUPST mengesahkan total dividen tunai sebesar Rp 52,10 triliun, atau setara dengan Rp 346 per saham, untuk kinerja sepanjang tahun buku 2025.
Sebelumnya, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun kepada para pemegang saham pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang kini akan dibayarkan mencapai Rp 31,47 triliun, atau persis Rp 209 per saham seperti yang dijanjikan.
Pembagian dividen yang begitu signifikan ini bukan tanpa alasan. BRI berhasil membukukan Laba Bersih Konsolidasian Perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 total Rp 56,65 triliun. Ini mengukuhkan posisi BRI sebagai salah satu entitas perbankan paling profitable di tanah air.
Menariknya, dari total laba bersih tersebut, tidak semua disalurkan menjadi dividen. Sebesar Rp 4,54 triliun lainnya dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Keputusan ini menunjukkan adanya strategi keuangan yang berimbang antara mengapresiasi pemegang saham dan memperkuat fundamental perseroan untuk masa depan.
Proses pembayaran dividen akan dilaksanakan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pada tanggal pencatatan (recording date). Jajaran Direksi telah diberikan kuasa dan wewenang penuh untuk menetapkan jadwal serta tata cara pembagian sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Investor perlu mencatat beberapa tanggal penting dalam jadwal pembagian dividen final BBRI ini. Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi jatuh pada 20 April 2026. Ini adalah batas akhir bagi investor untuk membeli saham agar berhak atas dividen.
Di sisi lain, tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi ditetapkan pada 21 April 2026. Setelah tanggal ini, investor yang membeli saham BBRI tidak lagi berhak atas dividen yang akan dibagikan.
Sementara itu, untuk Pasar Tunai, tanggal Cum Dividen adalah 22 April 2026. Ini memberikan kesempatan bagi transaksi tunai untuk tetap mendapatkan hak dividen.
Kemudian, tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai adalah 23 April 2026. Seluruh tanggal ini krusial bagi strategi investasi para pemegang saham.
Terakhir, tanggal pencatatan (Recording Date) untuk menentukan siapa saja pemegang saham yang berhak atas dividen akan jatuh pada 22 April 2026. Puncak dari seluruh proses ini, pembayaran dividen, akan dilakukan serentak pada 8 Mei 2026, menegaskan komitmen BRI kepada para investornya.
