Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dan lebih kering. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung bergerak cepat dengan mengimbau seluruh warga untuk menggunakan air secara bijaksana.
Jimmy Ringkuangan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut, menyampaikan imbauan tersebut di Manado, Minggu kemarin. Dia menegaskan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal potensi kemarau menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Tak hanya soal penghematan air, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ringkuangan khusus meminta warga menghindari pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran hutan.
Pemprov Sulut sudah menyusun strategi antisipatif yang terencana dan berkelanjutan menghadapi kemarau. Kesiapsiagaan ini mencakup tiga fokus utama: menjaga ketahanan pangan, memastikan ketersediaan air bersih, dan mencegah kebakaran hutan melalui koordinasi antarinstansi.
Kemarau diperkirakan mulai melanda Sulawesi Utara pertengahan tahun ini. Untuk itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program antisipasi.
“Kami mengajak seluruh komponen daerah untuk bekerja bersama, sehingga upaya menghadapi kemarau ini dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab,” ujar Ringkuangan.
Kolaborasi yang dimaksud melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, hingga masyarakat luas. Semua pihak diharapkan bergerak serentak dalam menghadapi tantangan iklim kali ini.
Ringkuangan juga menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Dia yakin seluruh jajaran pemerintah daerah akan bergerak solid dan responsif demi kepentingan rakyat.
Keyakinan itu mencakup upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama di sektor pangan dan pelayanan dasar masyarakat. Dengan persiapan matang, dampak kemarau panjang diharapkan bisa diminimalkan.
Antisipasi dini ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim. Kesiapsiagaan semua pihak akan menentukan seberapa baik Sulawesi Utara melewati musim kering tahun ini.
