Skip to content
Koran Aktual
Menu
  • Nasional
  • Internasioanal
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Hiburan
Menu

OJK Godok Skema Asuransi untuk Program 3 Juta Rumah

Posted on April 13, 2026

Otoritas Jasa Keuangan tengah merancang skema pelibatan industri asuransi dalam program 3 juta rumah milik pemerintah. Langkah ini ditempuh untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi peserta program dari berbagai risiko yang mungkin muncul selama masa kepemilikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa pembiayaan hunian layak membutuhkan jangka waktu panjang, berkisar 15 hingga 20 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, banyak kemungkinan buruk yang bisa menimpa pemilik rumah maupun bangunannya.

“Risiko yang mesti di-cover cukup beragam. Mulai dari risiko meninggalnya debitur, kerusakan properti, gempa bumi, kebakaran, hingga banjir,” ujar Ogi di The Ritz-Carlton Jakarta, Senin lalu.

Menurutnya, biaya pertanggungan tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai beban tambahan belaka. Justru kehadiran asuransi menjadi bentuk mitigasi risiko jangka panjang yang akan menguntungkan semua pihak, terutama penerima manfaat program perumahan rakyat.

Ogi mengakui bahwa aspek teknis skema asuransi untuk program ini masih dalam tahap pembahasan intensif dengan pemerintah. Salah satu poin krusial yang tengah digodok adalah mekanisme pembayaran premi.

Ada dua opsi yang dipertimbangkan saat ini. Pertama, premi ditanggung sepenuhnya pemerintah melalui mekanisme subsidi. Kedua, biaya premi diintegrasikan atau di-blended ke dalam paket fasilitas rumah rakyat yang diberikan.

Dari sisi kinerja industri, sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun mencatat pertumbuhan positif. Per akhir Februari 2026, total aset gabungan ketiga sektor ini mencapai Rp 2.992 triliun, naik 9,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai investasi yang dikelola ketiga sektor tersebut tercatat Rp 2.313 triliun, tumbuh 7,94 persen secara tahunan. Dana pensiun masih menjadi kontributor terbesar dengan aset Rp 1.700 triliun, disusul sektor asuransi yang mengelola Rp 1.219 triliun.

Keterlibatan industri asuransi dalam program perumahan pemerintah dipandang bisa menjadi terobosan baru. Skema ini berpotensi menciptakan win-win solution antara perlindungan peserta program dan perluasan pasar bagi industri asuransi nasional.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • 京都11歳男児殺害事件 父親が「首絞めた」と自供 山林遺体遺棄の全容
  • 17歳高校生が青切符詐欺で警察騙す 小遣い欲しさに偽造計画
  • Morotai Menjelma: Gelombang Kreator Digital Baru Melalui Pelatihan Inovatif
  • DPR Dorong Industri Baterai EV Karawang: Ambisi Energi Bersih
  • Teror Air Keras Andrie Yunus: Bais TNI Diseret, Motif Dendam Mengemuka

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026

Categories

  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Uncategorized
©2026 Koran Aktual | Design: Newspaperly WordPress Theme