Sebuah potret ironi pendidikan menyentak publik dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pemandangannya bak langit dan bumi: bangunan SDN II Gandawesi yang lapuk dan kusam berdiri bersisian dengan dapur gizi yang tampak mentereng dan baru.
Kondisi kontras ini menjadi buah bibir setelah fotonya menyebar luas di jagat maya. Di satu sisi, gedung sekolah dasar itu memperlihatkan wajah yang lelah. Dinding bercat krem tampak memudar, dinodai coretan vandalisme, dengan plafon yang ambrol di beberapa bagian.
Kondisi di dalam ruangan pun tak lebih baik. Tiga ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan parah, sebuah pemandangan yang jauh dari ideal untuk kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, tepat di sebelahnya, bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdiri gagah dengan kombinasi cat putih-biru yang masih mengkilap.
Menanggapi sorotan publik yang tajam, Kepala SDN II Gandawesi, Nina Sophia, mencoba melihatnya dari sisi positif. Ia mengakui perbandingan kondisi kedua bangunan itu memang sangat mencolok. “Mungkin karena berdampingan dengan bangunan yang terlihat baru dan bagus, jadi perbandingannya cukup mencolok,” ujarnya pada Selasa, 14 April 2026.
Namun, Nina menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah tinggal diam. Jauh sebelum foto itu viral, pengajuan perbaikan untuk ruang-ruang kelas yang rusak sudah dilayangkan. “Bahkan pengajuan itu sudah dilakukan sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolah pada 9 Maret 2026,” ungkapnya.
Kenyataannya, suara mereka mulai didengar. Nina memastikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka telah merespons pengajuan tersebut. Sebelum libur Lebaran lalu, tim dari dinas bahkan sudah turun langsung untuk melakukan pengukuran di tiga ruang kelas yang rusak sebagai langkah awal perbaikan.
Menariknya, perhatian tidak hanya datang dari pemerintah daerah. Kabar kondisi memprihatinkan sekolah ini rupanya sudah sampai ke telinga pemerintah pusat. Nina mengaku telah dihubungi oleh tim dari Kementerian Pendidikan yang berjanji akan segera melakukan verifikasi langsung ke lapangan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, memberikan jaminan. Ia menegaskan bahwa perbaikan SDN II Gandawesi telah masuk dalam daftar program prioritas untuk tahun ini. Pihaknya tak mau hanya menunggu, melainkan aktif “menjemput bola” ke Jakarta.
“Kami terus berusaha jemput bola ke pemerintah pusat demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Majalengka,” kata Umar. Usaha tersebut tampaknya membuahkan hasil manis.
Umar mengungkapkan bahwa Disdik Majalengka berhasil mendapatkan dukungan program revitalisasi sekolah serta bantuan presiden yang akan dialokasikan pada tahun 2026. “Alhamdulillah kita dapat program revitalisasi sekolah serta bantuan presiden,” tuturnya penuh syukur.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, harapan untuk melihat wajah baru SDN II Gandawesi kini membubung tinggi. Semua pihak berharap janji perbaikan ini dapat terealisasi secepatnya, agar para siswa bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tidak lagi dibayangi ironi bangunan reyot di samping dapur yang megah.
