Sebuah sinyal politik penting mengemuka dari kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta. Di tengah perbincangan hangat dengan Duta Besar Qatar, Sultan bin Mubarak Al-Dosari, Ketua Umum PDI Perjuangan itu secara khusus memperkenalkan putranya, M. Prananda Prabowo, yang sontak menjadi pusat perhatian.
“Ini putra saya,” ujar Megawati sambil tersenyum, sebuah gestur sederhana namun sarat makna di kancah politik nasional. Kehadiran Prananda, yang juga menjabat Ketua DPP PDIP, dalam pertemuan tingkat tinggi ini dibaca sebagai upaya memperkenalkan figur generasi penerus kepada mitra diplomatik strategis Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam pada Senin (13/4) itu berjalan dalam suasana cair dan akrab. Megawati tidak sendiri, ia didampingi jajaran elite partai seperti Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto, menunjukkan keseriusan agenda dialog tersebut.
Diplomasi budaya menjadi jembatan dalam pertemuan ini. Megawati menghadiahkan cinderamata berupa miniatur Candi Borobudur yang megah dan Perahu Pinisi yang legendaris. “Ini kapal Pinisi, khas Indonesia,” jelasnya, mengenalkan warisan maritim suku Bugis, Makassar, yang mendunia.
Di sisi lain, Dubes Qatar membalas dengan sebuah buku elegan berjudul “Qatar, Between Land and Sea, Through Arts and Heritage”. Buku tersebut mendokumentasikan kekayaan budaya, seni, dan sejarah negeri Teluk itu, sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan masyarakat Qatar dengan alam gurun dan lautan.
Namun, obrolan mereka tak sebatas pertukaran cinderamata. Nama besar Proklamator RI, Soekarno, ternyata masih menggema kuat di Timur Tengah. Dubes Al-Dosari menuturkan bahwa legasi Bung Karno dan Megawati sangat dikenal di Qatar, terutama di kalangan keluarga Kerajaan yang gemar mempelajari sejarah Indonesia.
Kekaguman sang Duta Besar tidak berhenti di situ. Ia mengaku terkesan dengan koleksi lukisan di kediaman Megawati, sebuah penanda apresiasi personal terhadap sisi lain dari seorang tokoh politik. Lebih jauh, sebuah undangan resmi pun disampaikan agar Megawati dapat berkunjung langsung ke Qatar.
Menariknya, dialog juga menyentuh isu kesetaraan gender yang menjadi perhatian global. Dubes Qatar secara terbuka memuji isi pidato Megawati saat menerima gelar doktor kehormatan dari Princess Nourah University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi. Pemikiran Megawati tentang peran perempuan dinilai sangat sejalan dengan kebijakan progresif Qatar.
Pemerintah Qatar, sebagai salah satu negara di Timur Tengah yang telah mengangkat perempuan ke posisi menteri, melihat adanya kesamaan visi dengan pandangan Megawati. Ini menegaskan bahwa isu pemberdayaan perempuan dapat menjadi pilar baru dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Pertemuan ini jelas bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa. Ia menjadi panggung bagi Megawati untuk menegaskan pengaruhnya di level internasional, sekaligus membuka etalase politik bagi Prananda Prabowo. Sebuah manuver yang menunjukkan bahwa regenerasi dan diplomasi di tubuh partai banteng terus berjalan beriringan.
