Hujan cuan siap mengguyur para investor PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada awal Mei mendatang. Bank pelat merah ini mengumumkan akan mencairkan sisa dividen tunai atau dividen final sebesar Rp 209 untuk setiap lembar saham yang dimiliki, dengan pembayaran dijadwalkan pada 8 Mei 2026.
Keputusan strategis ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 April 2026. Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa dari total laba bersih tahun buku 2025, sebesar Rp 52,10 triliun atau setara Rp 346 per saham dialokasikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.
Angka Rp 209 per saham ini merupakan sisa pembayaran. Sebelumnya, para investor telah menikmati dividen interim yang dibagikan pada 15 Januari 2026 lalu, dengan total nilai mencapai Rp 20,63 triliun. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan segera dibayarkan mencapai Rp 31,47 triliun.
Menariknya, alokasi jumbo ini mencerminkan *dividend payout ratio* (DPR) yang sangat royal, yakni sekitar 92% dari total laba bersih konsolidasian perseroan tahun buku 2025 yang mencapai Rp 56,65 triliun. Angka ini menjadi sinyal kuat solidnya fundamental dan likuiditas BBRI, sekaligus komitmen tinggi manajemen untuk memberikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham.
Sementara itu, sisa laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen, yaitu sekitar Rp 4,54 triliun, akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perseroan di masa mendatang, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Lalu, siapa saja investor yang berhak menerima guyuran dividen final ini? Pembayaran akan diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya sah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada tanggal pencatatan atau *recording date*, yakni pada 22 April 2026.
Untuk itu, para pelaku pasar perlu mencermati jadwal penting pembagian dividen. Batas akhir pembelian saham BBRI untuk mendapatkan hak dividen di pasar reguler dan negosiasi (*cum date*) jatuh pada 20 April 2026. Sehari setelahnya, pada 21 April 2026, saham akan diperdagangkan tanpa hak dividen (*ex date*).
Di sisi lain, bagi investor yang bertransaksi di pasar tunai, jadwalnya sedikit berbeda. *Cum date* di pasar tunai ditetapkan pada 22 April 2026, dan *ex date* jatuh pada 23 April 2026. Tanggal-tanggal ini menjadi krusial bagi investor yang ingin mengamankan pundi-pundi dari dividen BBRI.
Pembagian dividen dengan yield yang menarik ini diproyeksi akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham BBRI di lantai bursa. Langkah ini tidak hanya mengapresiasi loyalitas investor, tetapi juga membuktikan kemampuan bank dalam mencetak profitabilitas yang kokoh di tengah dinamika ekonomi.
